Rabu, 30 September 2015

Pengembangan Pembelajaran Bahasa Inggris



Dalam pembelajaran Bahasa Inggris dalam kelas hanya sebagian guru yang menggunakan metode mengajar yang  efektif. situasi pembelajaran yang menyenangkan dalam kelas sehingga para siswa tidak merasa bosan dan ngantuk sehingga proses pembelajaran dalam kelas jauh dari kata efektif.

Metode pembelajaran bahasa inggris memainkan peranan yang sangat penting di dalam kegiatan belajar bahasa Inggris. Ada banyak siswa yang mampu mencapai prestasi baik karena diajarkan menggunakan metode pembelajaran bahasa inggris yang tepat. Sebaliknya, kebanyakan siswa merasa bosan dan enggan belajar bahasa Inggris karena metode yang ada begitu membosankan.

SD Khazanah Ilmu bekerja sama dengan AIESEC Surabaya dalam pembelajaran pertukaran budaya dan pengembangan bahasa inggris, mendatangkan Mahasiswa dari Jerman Andrea Bossecker untuk memberikan pembelajaran bahasa inggris di SD Khazanah Ilmu.

Metode yang digunakan dalam pembejaran bahasa inggris

Audio Lingual Method
sebuah metode pembelajaran bahasa Inggris dimana guru mempraktikkan sebuah dialog pendek yang satupun artinya belum dapat diterjemahkan oleh siswa. Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk mengikuti dialog tersebut dan siswa menebak maksud dialog dari mimik, pose dialog, dan beragam hal yang dipraktikkan oleh seorang guru.

Siswa diajak menghafal dialog yang bahkan mereka tidak mengetahui tulisan dan arti secara jelas. Mereka dipaksa berpikir untuk mengerti isi dialog dan menghafalnya dalam waktu singkat tanpa boleh membaca atau menulisnya. Setelah siswa menghafal, maka barulah mereka diberikan kata-kata yang ada di dalam dialog tersebut. Siswa membaca, kemudian mereka menulisnya

Total Physical Response 
Awal mulanya guru melakukan beberapa pekerjaan misalnya berjalan, duduk, memegang telinga, menaruh penggaris, atau menulis. Namun sebelum guru melaksanakan semua pekerjaan tersebut, ia memerintah dirinya terlebih dahulu dengan instruksi bahasa Inggris.

Setelah beberapa kali pengulangan melalui perintah yang dilakukan dan dilaksanakan oleh dirinya sendiri, pada tahap selanjutnya guru memberikan perintah kepada siswa dengan perintah yang sama dengan dirinya tadi. Melalui perintah tersebut, siswa diharapkan mampu melaksanakan sesuai dengan perintah dan contoh yang tadi diberikan. Tentu saja, guru tidak melaksanakan perintah tersebut dan guru hanya memberikan koreksi.

Thank You Andrea Bossecker

Tidak ada komentar:

Posting Komentar